Senin, 22 April 2013

Alam Dan Tindakan Manusia

Oleh
Y. Setiyo Hadi


Permasalahan yang senantiasa dihadapi oleh umat manusia sepanjang sejarahnya adalah tentang pemahaman terhadap keberadaannya di tengah alam semesta. Manusia senantiasa berusaha menemukan dan mengetahui bagaimana alam semesta dan semua ini ada dengan berbagai kemungkinan pemahaman yang muncul.

Perjalanan sejarah tentang pengetahuan yang dimiliki manusia senantiasa terlihat adanya jurang pemisah antara pikiran manusia (subyek) dan berbagai materi alam di sekitar manusia (obyek). Kondisi subyek dan obyek ini memunculkan pandangan ganda (dualistic) dalam pengetahuan yang dimiliki manusia.

Ilmu pengetahuan (science) senantiasa memperlihatkan pendekatan ganda yang menunjukkan bagaimana kondisi eksternal (peristiwa fisik) dan kejiwaan manusia saling mempengaruhi pikiran manusia, gagasan dan penentuan suatu nilai.

Kondisi ganda / dualistic pandangan dalam ilmu pengetahuan menyebabkan terbaginya wilayah pengetahuan menjadi dua bidang, yaitu:
1.                 Bidang eksternal peristiwa, yang disebut sebagai alam;
2.                 Alam pikiran dan tindakan manusia.

Sifat ganda / dualistik pandangan ini memunculkan perdebatan yang terjadi sepanjang sejarah dalam diri manusia. Antara ketentuan yang pasti tidak bisa dirubah (dikenal sebagai takdir) dan usaha manusia untuk merubah ketentuan-ketentuan tersebut. Dari pandangan ini muncul diskusi tentang Pencipta dan Penciptaan, serta dialog abadi tentang jiwa yang abadi dan tubuh yang fana.

Perdebatan tersebut tidak hanya sekedar dalam tataran filosofis dan wacana, namun sangat berpengaruh dalam tingkah laku manusia secara praktis (ekonomi, sosial, politik). Maka perlu kearifan untuk melihat permasalahan ganda dalam kehidupan ini sebagai sudah kenyataan hidup.

Katagori Sejarah
220413

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar